Pro Ref Akui Kesalahan VAR dalam Gol Haaland di Derby Manchester
BolaKu88 — Kontroversi VAR kembali mencuri perhatian setelah Pro Ref mengakui kesalahan dalam pengesahan gol Erling Haaland. Gol tersebut membantu Manchester City menang 1-0 atas Manchester United di Old Trafford pada Minggu (13/9/2026).
Haaland mencetak gol pada menit ke-60. Gol itu sempat dianulir karena offside. Setelah melihat VAR, wasit kemudian mengesahkannya.
Keputusan tersebut langsung menimbulkan perdebatan. Masalahnya bukan hanya posisi Haaland. Posisi Enzo Fernández juga menjadi bagian penting dalam insiden tersebut.
BolaKu88: Mengapa Gol Haaland Diperdebatkan?
Pada awalnya, situasi terlihat cukup sederhana. Haaland memang sempat dianggap berada dalam posisi offside.
Namun, hasil pemeriksaan VAR menunjukkan hal berbeda. Patrick Dorgu membuat Haaland berada dalam posisi onside saat bola dimainkan.
Setelah itu, perhatian beralih kepada Fernández.
Pemain Manchester City tersebut berada dalam posisi offside. Ia juga mencoba memainkan bola. Meski tidak menyentuhnya, gerakan Fernández dianggap bisa memengaruhi pemain bertahan Manchester United.
Di sinilah letak kontroversinya.
Pro Ref Mengakui Kesalahan VAR
Pro Ref akhirnya mengakui bahwa keputusan VAR dalam insiden tersebut keliru.
Badan yang menaungi perangkat pertandingan Premier League menyebut VAR seharusnya merekomendasikan pemeriksaan langsung oleh wasit. Pro Ref juga telah menghubungi Manchester United terkait keputusan tersebut.
Menurut Pro Ref, posisi Haaland memang sudah diperiksa. Hasilnya menunjukkan bahwa Haaland berada dalam posisi onside.
Masalahnya muncul saat VAR menilai posisi Fernández.
Karena Fernández tidak menyentuh bola, situasinya membutuhkan penilaian subjektif. Pro Ref menilai dampak posisi Fernández terhadap permainan seharusnya diperiksa oleh wasit di lapangan.
Bagaimana VAR Menilai Posisi Haaland?
Keputusan awal wasit adalah offside.
VAR kemudian memeriksa posisi Haaland. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kaki Dorgu membuat Haaland berada dalam posisi onside. Karena itu, keputusan offside dibatalkan.
Namun, pemeriksaan tersebut belum menyelesaikan seluruh persoalan.
Fernández berada di posisi offside ketika bola dikirim ke area pertahanan Manchester United. Ia juga berusaha menjangkau bola.
Gerakan itu menjadi penting karena bisa memengaruhi tindakan pemain bertahan.
Pro Ref kemudian menilai situasi tersebut seharusnya mendapatkan on-field review. Artinya, wasit perlu melihat tayangan ulang secara langsung sebelum mengambil keputusan akhir.
Posisi Enzo Fernández Jadi Masalah Utama
Fernández memang tidak menyentuh bola.
Namun, pemain yang berada dalam posisi offside tidak selalu harus menyentuh bola untuk dianggap melakukan pelanggaran. Yang juga perlu dilihat adalah pengaruhnya terhadap lawan.
Dalam kasus ini, Fernández mencoba memainkan bola. Gerakannya juga terjadi di dekat Lisandro Martínez.
Hal tersebut membuat muncul pertanyaan penting. Apakah gerakan Fernández membuat Martínez kesulitan memainkan bola?
Jika jawabannya iya, maka posisi Fernández dapat menjadi bagian dari pelanggaran offside.
Itulah alasan insiden ini membutuhkan penilaian lebih lanjut. Teknologi VAR dapat membantu melihat posisi pemain. Namun, keputusan tentang pengaruh seorang pemain tetap membutuhkan penilaian manusia.
Michael Carrick Kecewa dengan Keputusan VAR
Michael Carrick tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah pertandingan.
Manajer Manchester United tersebut mempertanyakan keputusan VAR. Menurut Carrick, banyak perangkat dan layar sudah tersedia untuk membantu wasit mengambil keputusan.
Kekalahan itu terasa semakin berat karena Manchester City bermain dengan 10 pemain.
Phil Foden mendapat kartu merah pada babak pertama setelah melakukan pelanggaran terhadap Bruno Fernandes. City kemudian harus bertahan dengan satu pemain lebih sedikit selama sebagian besar pertandingan.
United gagal memanfaatkan situasi tersebut.
Manchester City Tetap Menang dengan 10 Pemain
Terlepas dari kontroversi VAR, Manchester City tetap membawa pulang tiga poin.
City bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-23. Namun, mereka mampu bertahan hingga akhir pertandingan. Haaland kemudian menjadi penentu kemenangan melalui golnya pada menit ke-60.
Manchester United sebenarnya memiliki beberapa peluang.
Marcus Rashford dan Kobbie Mainoo bahkan sama-sama membentur tiang. Namun, United tidak mampu mencetak gol penyama kedudukan.
Karena itu, kontroversi VAR bukan satu-satunya hal yang perlu dibahas. United juga harus mengevaluasi penyelesaian akhir mereka.
BolaKu88: VAR Kembali Jadi Sorotan di Premier League
Kasus gol Haaland menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu menghilangkan kontroversi.
VAR memang membantu wasit melihat sebuah kejadian dengan lebih jelas. Namun, tidak semua keputusan bisa ditentukan hanya dengan garis offside.
Posisi Haaland dapat diperiksa menggunakan teknologi. Sementara itu, pengaruh Fernández terhadap pemain bertahan membutuhkan interpretasi.
Inilah yang membuat keputusan dalam insiden tersebut menjadi rumit.
Pro Ref kemudian mengakui bahwa VAR seharusnya meminta wasit melakukan pemeriksaan langsung.
Apa Arti Pengakuan Pro Ref bagi Manchester United?
Pengakuan Pro Ref tidak mengubah hasil pertandingan.
Manchester City tetap menang 1-0. Manchester United juga tetap kehilangan tiga poin.
Namun, pengakuan tersebut menunjukkan bahwa keputusan VAR memang memiliki masalah. Pro Ref bahkan menyebut telah menghubungi Manchester United untuk mengakui kesalahan tersebut.
Bagi United, tentu hal itu tidak mengembalikan poin yang hilang.
Meski begitu, kasus ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi Premier League. Terutama dalam menangani situasi offside yang melibatkan pemain lain.
Kesalahan VAR Bisa Jadi Pelajaran
Sepak bola modern semakin bergantung pada teknologi.
Namun, teknologi tetap membutuhkan manusia untuk membuat keputusan akhir. Karena itu, prosedur penggunaan VAR harus jelas.
Kasus Haaland menjadi contoh penting.
VAR berhasil menentukan bahwa Haaland berada dalam posisi onside. Namun, penilaian terhadap Fernández tidak dilakukan secara lengkap.
Pro Ref menilai wasit seharusnya melihat tayangan ulang di lapangan. Langkah tersebut dapat membantu memastikan keputusan akhir lebih tepat.
Kesimpulan
Kontroversi gol Erling Haaland menjadi salah satu cerita utama setelah Manchester City menang 1-0 atas Manchester United.
Haaland dinyatakan onside setelah pemeriksaan VAR. Namun, posisi Enzo Fernández membuat keputusan tersebut menjadi perdebatan.
Fernández berada dalam posisi offside dan mencoba memainkan bola. Pro Ref kemudian mengakui bahwa VAR gagal mempertimbangkan dampak posisinya secara tepat.
Manchester City tetap mendapatkan tiga poin. Sementara itu, Manchester United harus menerima kekalahan di kandang sendiri.
Bagi Premier League, insiden ini menjadi pelajaran penting.
VAR dapat membantu wasit mengambil keputusan. Namun, ketika sebuah situasi membutuhkan penilaian subjektif, pemeriksaan langsung oleh wasit tetap memiliki peran penting.